7 June 2015

Mulai Ada Titik Terang

WATAMPONE,FAJAR-- Kasus  pembunuhan terhadap pria asal Desa Bila, Kecamatan Amali,  Abdul Rahman, 32 tahun, yang ditemukan tewas dengan  kondisi mengenaskan, di Kampung Bulucina, Desa Timusu, Kecamatan Ulaweng Senin pagi, 26 Januari, lalu, mulai menemui titik terang.
Perkembangan penyelidikan kasus itu, setelah petugas meminta keterangan salah seorang saksi mata, Syamsiar, perempuan yang menemani korban saat kejadian.

Informasi yang dihimpun, korban dibunuh, sekitar pukul 23.30 wita, Minggu malam.  Sebelumnya, korban dan  Syamsiar serta  anaknya, yang berumur 2 tahun, sempat berada di atas mobil yang berhenti di salah satu kebun.  Saat berada di atas mobil, disinyalir korban dan Syamsiar akan berbuat tidak senonoh.


Tak lama berselang,  pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang itu, mendatangi korban yang  kemudian  menganiaya korban dengan senjata tajam. Korban pun mencoba keluar dari kendaraanya dan melarikan diri, tetapi nyawa  korban  tidak tertolong lagi karena luka yang dialaminya. Sementara itu, Syamsiar dibiarkan pergi bersama anaknya yang masih berusia dua tahun.


Informasi lainnya, pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai sopir ini,
pernah memperistri warga setempat dan berdomisili di Kampung Bulucina, Desa Timusu, Kecamatan Ulaweng. Sedangkan, Syamsiar merupakan salah seorang warga di Kecamatan Sibulue. Baik korban dan Syamsiar disinyalir pula menjalin hubungan asmara. Syamsiar sendiri sedang pisah ranjang dengan suaminya yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ali Tahir, menjelaskan, dari hasil olah TKP di lokasi ditemukannya mayat korban. Pelaku dianiaya di atas mobil, saat korban dan Syamsiar sedang berada di atas mobil tersebut,  yang berhenti di salah satu kebun. Saat korban  mencoba keluar dan melarikan diri ke arah belakang mobilnya, yang bersangkutan tewas dengan kondisi yang mengenaskan.

Dia menambahkan, baik korban dan pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang itu  diduga sudah saling mengenal. Apalagi, korban memang pernah berdomisili di Kampung Bulucina, Desa Timusu, Kecamatan Ulaweng.
Keberadaan, Syamsiar dan korban berada di lokasi kejadian, setelah sebelumnya mereka menghadiri sebuah hajatan. Namun, korban mengajak Syamsiar ke salah satu kebun di desa itu.


Sementara itu, saat ditanyakan motif pembunuhan itu, Kasat Reskrim menjelaskan, dugaan sementara motifnya  karena  korban diduga akan berbuat tidak senonoh saat berada di atas kendaraan. Tak hanya itu, pihaknya masih mendalami apakah ada motif lainnya, seperti dendam pelaku terhadap korban.  Pasalnya, korban dan pelaku diduga saling mengenal.


Dalam kasus ini, kata dia, Polres Bone membeckup Polsek Ulaweng dalam penyelidikan kasus ini. Menurutnya,
pelakunya lebih dari satu orang dan identitasnya  sudah dikantongi oleh petugas. "Kami sudah mengantongi identitas pelakunya, dan  memperkuat arah pembuktian yang lebih dalam,"jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 27 Agustus.

Terpisah, Kapolsek Ulaweng, AKP Andi Bahsar B, mengatakan, penyelidikan terkait kasus pembunuhan itu, masih intensif  memeriksa saksi, yaitu Syamsiar. Syamsiar, kata dia, berada di lokasi kejadian, karena dijemput oleh korban untuk menghadiri sebuah hajatan. Usai menghadiri sebuah hajatan di salah satu desa di Kecamatan Ulaweng, korban pun membawa Syamsiar ke lokasi kejadian. (eds)

No comments:

Post a Comment