7 June 2015

Kontraktor Belum Berikan Santunan Ke Korban

-Pihak Otban Terkesan Lepas Tangan
MAKASSAR,FAJAR---Sepekan pasca insiden nahas  robohnya konstruksi hanggar kalibrasi milik Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Senin lalu, pihak kontraktor pembangunan proyek tersebut, belum memberikan santunan kepada para korban insiden nahas yang menewaskan lima pekerja dan 14 pekerja lainnya mengalami luka-luka.

Padahal, sehari pasca kejadian, dalam konfrensi persnya yang digelar di Kantor Otban, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Suprasetyo, menjelaskan pihaknya akan mendesak  tanggungjawab dari pihak kontraktor untuk memberikan hak-hak para korban, termasuk santunan.

Antonius, salah seorang pekerja yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut,  mengatakan, ia sama sekali tidak mendapatkan santunan dari perusahan yang mempekerjakannya."Sama sekali hingga saat ini, saya belum menerima santunan  dari perusahan yang mempekerjakan dalam proyek tersebut,"jelasnya, Selasa, 17 Maret.


Menurut Antonius, pihak perusahan yang mempekerjakan dirinya itu, hanya membiayai penanganan medis dirinya saat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit (RS) TNI AU dr Dody Sarjoto. "Hanya biaya rumah sakit saja,"beber dia.

Istri Antonius, Felisa, mengaku, suaminya tersebut baru kembali bekerja sebagai buruh bangunan, tapi sudah tidak bekerja di hanggar lagi."Baru sembuh, dan mulai hari ini (kemarin, red) mulai bekerja sebagai buruh lagi, tetapi di tempat berbeda,"ungkap Felisa.

Sebelumnya, cerita Felisa, kondisi wajah suaminya itu mengalami bengkak dan tidak dapat beraktivitas pasca mengalami luka akibat suaminya tertimpa konstruksi hanggar yang roboh.

Dia berharap, agar perusahan yang mempekerjakan suaminya itu dapat memberikan santunan, apalagi karena luka yang dialami suaminya, sehingga tidak dapat bekerja selama sepekan pasca kejadian nahas yang menimpa  suaminya itu.

 Project Manager pelaksanaan hanggar kalibrasi tersebut, Tiku Kombong, saat berada dan ditemui di Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, enggan berkomentar saat ditanyakan terkait sejauh mana pemberian santunan pihak kontraktor bagi para korban."Tunggu saya antar surat dulu, ke atas (Kantor Otban, red),"jelasnya.

Saat dihubungi melalui pesan singkat melalui ponselnya, Tiku menjelaskan, untuk santunan tersebut, pihaknya akan melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Perusahan, tulisnya, akan memberikan hak-hak para korban. Dia juga mengakui, santunan memang belum ada yang dibayarkan, baru membiayai penanganan pihak rumah sakit terhadap para korban.

Sementara itu, Kepala Kantor Otban Wilayah V Makassar,  Mohammad Pramintohadi Sukarno, terkesan lepas tangan terkait kasus ini. Saat ditemui di kantornya dan ditanyakan sejauh mana pihaknya mendesak pihak kontraktor untuk segera melakukan menyelesaian pemberian santunan kepada korban dan langkah yang sudah dilakukan tim internal yang dibentuk pihak Kementerian Perhubungan dalam melakukan audit terhadap insiden nahas robohnya hanggar kalibrasi, Pramintohadi enggan berkomentar. "Saya tidak ada waktu dan  akan segera menuju bandara karena mau  ke Jakarta,"bebernya.


Terpisah, Kapolsek Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,  Iptu Andi Alamsyah menjelaskan, insiden robohnya hanggar kalibrasi milik Kantor Otban Wilayah V Makassar itu sudah dilimpahkan penyelidikannya ke Polres Maros. "Penyidik sudah meminta keterangan pihak terkait, baik kontrakror pengerjaan proyek, pihak Kantor Otoritas, maupun pekerja dalam proyek tersebut,"jelasnya. (eds)

No comments:

Post a Comment