0
On this Article
Home  ›  Tidak Ada Kategori

Pengotan, Desa Agrowisata di Bali.



























Suara jangkrik silih berganti  diantara perkebunan warga, suara jangkrik itu pun menjadi irama malam yang sunyi. Semakin larut malam, suaranya pun semakin menyeruak.

Hawa dingin pun sangat terasa, maklum Desa Pengotan  merupakan salah satu desa yang  berada  di wilayah perbukitan di Kecamatan Bangli. Seribu meter dari permukaan air laut. Menuju ke desa ini, memakan jarak tempuh 60 kilometer dari Ibukota Provinsi Bali, Denpasar.

Di Desa Pengotan, tepatnya di area Camp Baliwoso menjadi lokasi  kegiatan media gathering Telkomsel 2012 lalu. Camp Baliwoso sendiri dikelola atas kerjasama PT Triwoso Agro dengan desa adat. Nuansa alam  pada  camp sengaja didesain untuk penginapan. Penulis pun menjadi salah seorang peserta dalam media gathering tersebut.

Nama Desa Pengotan sendiri memiliki sejarah tersendiri, awalnya Desa Pengotan merupakan hutan belantara. Namun seiring perjalanan waktu, penduduk pun semakin ramai mendiami desa tersebut.

Awalnya, para jurnalis yang mengikuti media gathering, tidak tahu menahu lokasi dan tujuan kegiatan yang digelar Telkomsel tersebut. Bahkan, saat di atas bus sejumlah jurnalis pun saling bertanya lokasi  kegiatan. Hal itu, karena sejumlah objek wisata di sejumlah kabupaten di Bali, sudah dilalui bus yang mengantar kami. Akhirnya para peserta pun tiba di Desa Pengotan, setelah satu setengah jam menempuh perjalanan dari Bandara International Ngurah Rai.

Nuansa asri dan keramahan warga dapat ditemui di Desa Pengotan. Desa ini memiliki 4 ribu jiwa penduduk. Desa Pengotan disebut pula sebagai Baliage atau Bali Purba. Pasalnya, dapat ditemui sejumlah peninggalan purba di wilayah tersebut. Tak hanya itu, desa ini juga memiliki desa adat. Pasar di Desa Pengotan hanya melakukan aktifitas jual belinya dua kali dalam seminggu.

Seabrek kegiatan di Desa Pengotan dilakukan para jurnalis, diantaranya permainan kekompakan dalam melakukan perintah dari guide atau pemandu kegiatan, menyumpit, memanah, dan katapel, hingga berkeliling menyelusuri pemukiman warga yang masih bernuansa adat, serta mencabut umbian di kebun menjadi bagian kegiatan media gathering Telkomsel tersebut.
Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS