Sisi Lain Wartawan Desk Kriminal (Bagian 1)

shares


Wartawan desk kriminal, itu mengasyikkan, loh. Iya, sangat mengasyikkan bagi yang senang dengan liputan lapangan.

Kalau ditanyakan, apakah kebanyakan suka atau dukanya. Secara pribadi, saya menilai lebih banyak dukanya, tetapi itu semua harus dilalui. Tentu, itu menjadi dinamika liputan.

Misalnya, saat sedang tertidur nyenyak. Tetiba ada panggilan yang masuk yang menginformasikan adanya peristiwa. Segera, tanpa alasan apa pun, harus ke lokasi kejadian.

Dinginnya angin dini hari terasa seolah-olah tembus ke tulang sumsum, bukan menjadi penghalang. Maka tak heran,  wartawan desk kriminal seakan sudah akrab dengan masuk angin.

Soal menunggu narasumber. Para wartawan desk kriminal yang menjadi jagoan. Tanpa keluh kesah. Pelbagai peristiwa, demi  menunggu pernyataan dan keterangan narasumber, harus menunggu hingga lima jam lebih. Tentu, dengan deadline yang menghantui.

Suatu pernah menunggu dari  petang hingga jelang dini hari. Saya dan rekan-rekan harus menunggu keterangan narasumber dari pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, yang sedang melakukan pengembangan kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja yang berjumlah kiloan.

Satu persatu rekan-rekan, terkapar. Lantai di depan kantor BNNP Sulsel, jadi pelampiasan. Bercengkrama satu sama lainnya, untuk hilangkan kejenuhan menunggu narasumber.  Kebersamaan dengan rekan sejawat itulah, yang mungkin sangat jarang ditemukan di desk lainnya.

Related Posts