Saksi Kunci Masih Trauma

shares


WATAMPONE,FAJAR--Penyidik Polsek Ulaweng terus melakukan penyelidikan terkait kematian  Abdul Rahman , 32 tahun, warga Jalan Desa Bila, Kecamatan Amali, yang tewas dibunuh di Kampung Bulucina, Desa Teamusu, Kecamatan Ulaweng, Minggu malam, 25 Agustus lalu.

Hanya saja penyidik kesulitan mengintegorasi dan memintai keterangan Syamsiar, 25 tahun,  saksi mata  yang menemani korban saat dianiaya yang berujung pembunuhan.
Syamsiar menjadi saksi kunci dalam kasus ini. Pasalnya,  saat kejadian , yang bersangkutan  bersama korban di atas kendaraan Daihatsu Green Max saat berhenti di salah satu perkebunan warga di lokasi kejadian. "Penyidik mengintensifkan mengintegorasi  dan memintai keterangan dari saksi kunci itu,"jelas Kapolsek Ulaweng, AKP Andi Bahsar, Kamis, 29 Agustus.

Dalam kasus ini, kata Kapolsek Ulaweng, baru Syamsiar  yang dimintai keterangannya, karena yang bersangkutan sendiri yang berada di tempat kejadian saat pelaku menganiaya korban hingga tewas.

Informasi yang dihimpun, dari salah seorang petugas di Polsek Ulaweng, yang ditemui di ruangannya, mengakui, kondisi saksi kunci dalam kasus ini memang masih trauma, sehingga saat diintegorasi oleh penyidik, saksi menjawab pertanyaan yang tidak sistematis atau jawabannya berputar-putar.


Menurutnya, saksi sendiri diintegorasi atau dimintai keterangannya secara intensif selama dua hari.  Kondisi saksi yang masih trauma itu, menyulitkan proses penyelidikan kasus ini. "Memang secara psikologis kondisi saksi kunci itu  masih trauma atas kejadian tersebut, apalagi yang bersangkutan berada di lokasi saat peristiwa pembunuhan itu,"ujar salah seorang petugas di Polsek Ulaweng, yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ali Tahir, mengatakan,  petugas saat ini masih melakukan pengejaran terhadap mereka yang dicurigai sebagai pelaku yang berdasarkan informasi sudah bersembunyi di lokasi yang sulit di akses."Pelakunya saat ini sedang dalam pengejaran terhadap mereka yang dicurigai sebagai pelakunya. Pelakunya diduga bersembunyi di suatu tempat yang sulit disentuh, karena persembunyian pelakunya berada di atas pengunungan yang memiliki banyak kebun,"jelasnya. (eds)

Related Posts

0 Komentar Anda:

Post a Comment