Sulsel Siap Suplai Beras 17 Provinsi

shares

TUGAS dan tanggung jawab Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL) kini bertambah. Selain mengurus pemerintahan di Sulsel, ia juga mendapat amanah baru mengkoordinasikan upaya ketahanan pangan secara nasional dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Bagaimana upaya SYL meningkatkan ketahanan pangan nasional? Berikut petikan wawancara wartawan FAJAR, Edy Arsyad dengan SYL di atas bus dalam perjalanannya ke Bone akhir pekan lalu.

Bisa dijelaskan, pertimbangan Presiden RI menunjuk Bapak untuk mengkoordinasikan ketahanan pangan nasional?

Jadi dalam tiga sidang kabinet terbatas yang dilakukan Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, saya selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) sebagai pendamping tetap serta  empat gubernur lain berganti-ganti sesuai  dengan topik dan main programme pembahasan-pembahasan yang ada.

Topiknya macam-macam yaitu pendidikan, transportasi dan koneksitas daerah, serta pertanian dan perikanan. Dalam rapat menyangkut ketahanan pangan pekan lalu, selaku Ketua APPSI, saya memang diberi tugas untuk mengkoordinasikan kegiatan pengembangan ketahanan pangan secara nasional. Tentu ini dalam kapasitas saya sebagai Ketua APPSI itu.

Terkait pembahasan di bidang pertanian itu, apa saja yang menjadi rumusan pada sidang kabinet terbatas itu?  

Ada beberapa hal yang memang menjadi rumusan-rumusan. Tetapi, secara spesifik di bidang pertanian, Bapak Presiden menugaskan saya dengan  beberapa gubernur lainnya untuk mencoba merumuskan seperti apa bangunan yang harus dilakukan untuk mendukung sebuah program over stock 10 juta ton beras untuk kepentingan nasional.
   
Selain itu, beliau berharap memberi input atau memperkuat Menteri Dalam Negeri  di dalam rangka menemukan Inpres yang tepat agar memberi kompetensi yang cukup bagi gubernur seluruh Indonesia. Tugasnya untuk mengkoordinir lahan-lahan yang telantar, yaitu semacam pendelegasian kewenangan presiden atau pemerintah pusat agar lahan-lahan yang telantar bisa dilakukan upaya-upaya mengoptimalisasi pemanfaatan fungsinya.
   
Sebenarnya, penunjukan tugas ini tak lain karena kita semua di Sulsel sukses mencapai target overstock beras 2 juta ton lebih setiap tahunnya. Presiden berpikir, dari konsepsi pemerintah Provinsi Sulsel untuk mencapai surplus 2 juta ton tersebut, maka saya selaku gubernur diminta untuk memikirkan langkah strategis apa yang harus saya tempuh untuk mencapai surplus 10 juta ton secara nasional.

Apa kiat dan strategi Bapak dalam mewujudkan kepercayaan SBY itu?
   
Kiat saya di sini dengan menggunakan konsep "Paksaki". Maksudnya, Paksaki itu merupakan planning yang baik, antusias dari intitusi yang bertanggung jawab, komitmen leadership untuk mendorong hal itu pada disemua tingkatan, skill. Yakni menggunakan tenaga skill sesuai dengan bidang dan keahliannya untuk mendukung hal itu. Dan Ki-nya itu merupakan Knowledge and Innovation. Hal itu untuk menghadirkan bibit unggul yang memberi kemampuan bagi terjadinya kuantitas dan kualitas pertanian yang lebih baik.

Surplus 2 juta ton beras Sulsel terus tercapai sejak 2008. Apa rahasia di balik kesuksesan itu, padahal di lain sisi anomali cuaca sangat tidak stabil di Sulsel?

Itu karena semua orang mau terlibat dan merasa itu perlu. Ini kematangan program. Program itu sendiri pemanfaatannya tidak saja untuk pemerintah, tetapi itu memang kebutuhan masyarakat. Ada pasar yang bisa dikelola, sehingga kita bisa melihat pertumbuhan hasil dari pencapaian itu. Ini bermakna realistis pada kehidupan masyarakat. Selain itu, regulasi dan institusi yang bekerja maksimal, personal yang paham, agenda aksi lima tepat, di antaranya bibit, modal, keterampilan, dan pasar yang cukup.
   
Jadi semua ini terwujud tak lepas dari sumbangsih dan saran seluruh pihak. Tak terkecuali peran aktif para bupati yang ada di Sulsel dan memiliki wilayah yang luas di sektor pertanian. Tentu tugas seorang gubernur mengkoordinasikan hal ini. Tentunya ucapan terima kasih saya kepada para bupati dan walikota  yang telah ikut terlibat dan menyukseskan program pro rakyat ini.

Bagaimana meningkatkan harga padi di tingkat petani. Jika overstock beras di Sulsel, makadimana tujuan penyaluran beras Sulsel?

Saat ini kita mencoba mendorong olahan agar kita tidak menjual beras seperti dulu. Kita harus  packing yang baik dan diharapkan bisa menembus persaingan beras international. Dengan begitu harganya bisa naik. Untuk penyaluran beras di Sulsel dikirim ke-17 provinsi seluruh  Indonesia, dan itu sesuatu yang luar biasa. Bintang Maha Putra saya salah satunya karena hal ini.

Yang selalu jadi kendala adalah penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani. Bagaimana mengantisipasinya?

Kelangkaan pupuk terjadi jika ada pemain. Makanya saya sudah meminta kepada para bupati dan walikota atau stakeholder pertanian untuk ikut mengawasi penyaluran pupuk ini. Insya Allah hal ini tidak akan terjadi sepanjang kita semua ikut mengawasi.

Terakhir, Sulsel menjadi pilar utama nasional. Apakah overstock ini juga jadi alasan itu?

Pasti. Dengan tingginya produksi beras di Sulsel, dan tercapai surplus 2 juta ton beras, maka Provinsi Sulsel siap menyuplai 17 provinsi di Indonesia untuk sektor pangan. Inilah alasannya, Sulsel menjadi pilar utama nasional. Posisi Sulsel saat ini sangat penting di tingkat nasional. Kita patut berbangga. (*)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120814183533-sulsel-siap-suplai-beras-17-provinsi

Related Posts

0 Komentar Anda:

Post a Comment