Paskibraka Bentuk Karakter Disiplin

shares

TAK sekadar mengibarkan bendera, mereka dilatih menjadi seorang warga negara yang paripurna. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), merupakan kumpulan siswa yang berprestasi.
Menjadi seorang paskibraka sebetulnya bukan sekadar memiliki fisik yang ideal. Mereka yang terpilih tentulah kumpulan siswa terbaik yang memiliki banyak talenta serta memiliki prinsip yang selalu bersikap disiplin. Paskibraka memang mengajarkan kedisiplinan selain nilai-nilai lainnya.
Termasuk di Kabupaten Bone, paskibraka dalam proses seleksinya direkrut dari siswa di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Mereka yang terpilih selanjutnya menjalani evaluasi karena akan terus diseleksi, terutama untuk menentukan siswa yang berhak mewakili Sulsel ke tingkat nasional.
Seleksi perekrutan Paskibraka di tingkat Kabupaten Bone ini mencakupi beberapa tahapan yang harus dilalui calon Paskibraka di daerah ini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, M Yamin Tahir, menjelaskan Paskibraka direkrut dari sejumlah siswa di beberapa SMA di daerah ini. Setiap sekolah, kata dia, mengirim siswa utusannya sebanyak lima pasang putra dan putri.
Dalam proses perekrutan itu, ujar Yamin, pihak Dispora Kabupaten Bone, tidaklah kesulitan. Pasalnya, hampir sebagian besar sekolah di tingkat menengah atas dan sederajat di daerah ini memiliki kegiatan ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di sekolahnya masing-masing.
"Biasanya yang dikirim menjadi utusan sekolah itu, para siswa yang aktif di kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolahnya," jelasnya, Rabu 30 Oktober.
Para siswa yang diseleksi di tingkat kabupaten ini, diseleksi pula untuk tingkat Paskibraka Provinsi Sulsel, yang selanjutnya ke tingkat nasional. Artinya, jika seorang siswa mampu lulus di setiap jenjang seleksi hingga provinsi, maka ia akan berhak mewakili Sulsel untuk mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan Presiden RI.
Ada beberapa tahapan seleksi calon Paskibraka di tingkat Kabupaten Bone, antara lain, seleksi administrasi, salah satunya adalah rekomendasi dari pihak sekolah, pengukuran berat dan tinggi badan. Psotur tubuh calon paskibaka haruslah ideal dan proporsional.
Tahapan berikutnya, yaitu seleksi baris berbaris dari calon. Ada juga seleksi wawasan pengetahuan dan kebangsaan. "Perwakilan sekolah itu pun diseleksi oleh kepanitiaan yang dibentuk baik dari TNI, Polri, Dispora, maupun PPI Kabupaten Bone," imbuh Yamin.
Yamin mengungkapkan, mereka yang lolos dalam seleksi itu, kemudian mengikuti tahapan latihan, yaitu latihan kesamaan gerakan dasar. Dalam tahapan ini, para siswa dibentuk rasa kebersamaannya selama 10 hari.
Tahap kedua, kata dia, yaitu latihan resmi, dalam tahapan ini sudah masuk pada pembentukan formasi barisan kelompok  17, kelompok  8, dan kelompok 45.
Tahapan terakhir, yaitu tahapan karantina,  Paskibraka sebelum dikukuhkan pun dikarantina selama satu minggu sebelum masuk hari H, yang bertujuan untuk memusatkan konsentrasi dalam pelatihan.
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu










Related Posts

0 Komentar Anda:

Post a Comment