Kapolda Sulsel Keluhkan Pengerjaan Jalan Nasional di Sinjai

shares

SINJAI,--Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Burhanuddin Andi, dalam kunjungan kerjanya di Polres Sinjai
Jumat siang kemarin, mengeluhkan pengerjaan jalan nasional di poros Bulukumba-Tondong-Sinjai atau ESS-06 sepanjang 24,5 kilometer, yang masih tahap pengerjaan.
Keluhannya itu disampaikan Burhanuddin Andi sesaat setelah tiba sekira pukul 11.30 wita di Polres Sinjai.
Menurutnya, pengerjaan ini seharusnya pula mendapatkan pengawasan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai harus pula mendesak perampungan jalan nasional tersebut, untuk memudahkan akses jalan bagi masyarakat.
Kedatangan Kapolda Sulsel dalam kunjungan kerjanya itu, disambut oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sinjai, Taiyeb A Mappasere, dan Wakil Ketua DPRD Sinjai, Andi Kartini, serta Kapolres Sinjai, AKBP Agus Sudarmadi dan jajarannya.
Kondisi jalan yang masih dalam pengerjaan tersebut, jelas Kapolda Sulsel ini, disesalkannya karena belum rampung pengerjaan di satu titik, pengerjaannya lalu dipindahkan ke lokasi lainnya. "Seharusnya diselesaikan terlebih dahulu, lalu pindah ke lokasi lainnya,"ujarnya.
Kapolda Sulsel ini juga berharap dalam pengerjaan proyek jalan nasional seperti pembuatan selokan sepanjang jalan itu, seharusnya melibatkan masyarakat lokal dalam pengerjaannya.
Data yang dihimpun, pelaksanaan Proyek Eastern Indonesia Road Improvement Project (EINRIP) ini dianggarkan dengan nilai kontrak Rp 126.750.985.847.
Sumber dana melalui pinjaman dari Pemerintah Australia atau Loan AIPRD-L002 ditambah Anggaran Pendapatan dan Belaja Negara (APBN). Proyek dimulai 24 Desember 2012 dan penyelesainnya 16 Februari 2014 lalu.
Sementara itu, Sekkab Sinjai, Taiyeb A Mappasere berjanji akan mengkomunikasikan terkait percepatan penyelesaian kondisi jalan tersebut ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Makassar.
Dia mengakui, pengerjaan jalan itu juga sudah banyak dikeluhkan. Kapolda Sulsel sendiri, kata Sekkab Sinjai ini, sudah merasakan kondisi jalan tersebut.
Taiyeb menjelaskan, kalau ada alasan teknis sehingga pengerjaannya terlambat, tentu itu bukanlah alasan kalau memang rekanan memiliki kesiapan serta alat yang memadai.
Sebelumnya, dikonfirmasi terkait  belum rampungnya pengerjaan jalan tersebut, salah seorang konsultan Proyek Ess-06 dari Konsultan Supervisi Egis Bceom Intl And Associates, Darwis, menjelaskan, adanya perpanjangan waktu penerimaan dana dari Pemerintah Australia.
Juga disebabkan faktor cuaca, sehingga pekerjaan perbaikan jalan belum selesai meski kontrak telah berakhir. "Curah hujan yang tinggi juga menjadi penyebab," ujarnya, belum lama ini.
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu










Related Posts

0 Komentar Anda:

Post a Comment