26 July 2011

Tim Aspirasi Lalai

SINJAI, FAJAR -- Disiplin anggota DPRD Sinjai, khususnya tim aspirasi dipertanyakan. Betapa tidak, mereka yang sudah ditetapkan sebagai tim penerima aspirasi tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

  Seperti terjadi, Rabu, 13 Juli. Pantauan FAJAR, ada tujuh warga Dusun Babara, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, yang ingin menyampaikan aspirasinya. Mereka hanya diterima dua anggota tim aspirasi dari enam yang bertugas, kemarin. Artinya, hanya dua yang bertugas, sementara lainnya tidak berada di tempat alias lalai dalam tugas.

  Dua tim aspirasi yang hadir adalah Jamaluddin dan Alimin. Sementara rekannya yang lain, Amsul A Mappasara, Basri Pappa, Ratna, dan Arianto, tidak hadir.  Basri Pappa yang dihubungi via ponselnya mengaku berada di Makassar.

 "Saat ini saya sedang di Makassar mengikuti kegiatan Partai," kilahnya. Sementara Amsul A Mappasara saat dikonfirmasi via ponselnya, aktif namun tidak dijawab. Sedangkan Ratna dan Arianto, ponsel mereka sama sekali tidak aktif.  Ketua DPRD Sinjai, Sulthani mengaku, belum menerima konfirmasi keberadaan anggotanya tersebut. "Belum ada konfirmasi keberadaan  mereka," kata Sulthani.

   Sulthani menepis kurang disiplinnya anggota tim aspirasi DPRD Sinjai. Menurut dia, tim aspirasi sudah menjalankan tugasnya. Walaupun hanya diterima dua orang. "Intinya, mereka hanya menerima aspirasi masyarakat lalu disampaikan ke pimpinan DPRD untuk dievaluasi dan dilakukan koordinasi dengan intansi terkait," ujarnya.
     Salah seorang anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Sinjai, Mallongi, tidak mempermasalahkan ketidakhadiran tim penerima aspirasi DPRD Sinjai itu. "Dua atau tiga orang tim aspirasi bukan masalah. Yang pasti sudah ada yang mewakili. Dan aspirasi itu disampaikan ke pimpinan DPRD untuk dievaluasi," jelasnya. 

    Koordinator Kopel Sinjai, Musaddaq, menilai, ketidakhadiran anggota tim penerima aspirasi itu merupakan bentuk penghianatan terhadap konstituen. Pasalnya, tim tersebut sudah ada Surat Keputusan (SK) dari Pimpinan DPRD Sinjai.
      "Tim penerima aspirasi itu seharusnya bertanggung jawab menjalankan tugasnya," tegasnya.  Karena, kata Musaddaq, bukan persoalan sudah diwakili dua atau tiga orang penerima aspirasi. Akan tetapi tanggung jawab itu harus dijalankan setiap anggota penerima aspirasi yang diharapkan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Apalagi itu sudah diatur UU Nomor 27 tahun 2009, sehingga anggota Dewan harus menjalanakan tugasnya sesuai dengan fungsi dan kewenangan DPRD," kritiknya.

         Musaddaq juga mendesak BK DPRD Sinjai, untuk menindak tegas anggota DPRD yang malas menghadiri rapat. Termasuk, mereka yang sudah diberi tugas sebagai tim penerima aspirasi, namun malas menghadirinya. "Badan Kehormatan sebagai alat kelengkapan juga harus benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penegak disiplin, etika dan moral para anggota DPRD dalam rangka menjaga martabat dan kehormatan DPRD," desaknya. (eds)

No comments:

Post a Comment