3 April 2011

Masjid Tua Taqwa Tompong Bantaeng


Arsiterturnya Mirip Masjid Agung Demak



     Di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah, kita mengenal Masjid Agung Demak. Tentu, ia
sebagai Masjid tertua di Indonesia. Untuk di Kabupaten Bantaeng sendiri, Masjid Taqwa Tompong lah  yang tertua di Butta Toa ini.
 Laporan Edy Arsyad, Bantaeng

     Suara adzan mengumandang melalui alat pengeras suara. waktu shalat azhar pun akan tiba, sejumlah jamaha masjid TAQWa Tompong dengan bersegera menuju Masjid. Suara beduk pun ditabuhkan usai iqamat, penanda shalat akan dimulai.

      Siang itu, Saat Fajar berkunjung ke Masjid ini, usai shalat Jumat, kemarin. Penulis merasakan nuansa religius dan nilai sejarah dari masjid tersebut. Untuk nuansa spritualnya, masjid ini dipenuhi dengan kaligrafi ayat suci Al-quran. Sementara untuk nilai sejarahnya, banyak peninggalan masjid, seperti beduk, mimbar, dan kaligrafi, yang menghiasi masjid yang  hingga kini masih tetap tersimpan, dan difungsikan sebagaiamana fungsinya.

       Berbicara mengenai Masjid Taqwa Tompong, Tentu tak terlepas dengan  nilai sejarah
perkembangan Islam di Butta Toa itu sendiri. Untuk mengetahui perkembangan Agama Islam di Butta Toa, maka tak salah jika Masjid Taqwa Tompong, yang terletak di Jalan Bete-bete No 11 kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng ini, menjadi salah satu pilihan referensi kita menyelusuri perkembangan islam di Kabupaten ini. Tak hanya itu,  kita juga bisa menjadikan wisata spritual.

     Memasuki Masjid ini, kita akan disamput dengan dua gapura. Gapura ini berbentuk setengah lingkaran.Di dalam mesjid, mata kita akan terpesona dengan relief kuno serta kaligrafi yang diukir di sejumlah sudut masjid ini.  Mesjid kuno ini, memiliki atap yang  berbentuk tumpang tiga dan berwarna Merah ,Khas bangunan jaman dulu, yang juga mirip atap Masjid Agung Demak.

   Tak hanya itu, masjid yang didirikan Tahun 1885 ini, dengan panjang sekitar 31 Meter ,serta lebar 21 Meter dan tingginya dari dasar hingga puncak mesjid sekitar 16 Meter ini,dapat menampung hingga ratusan jamaah. Memasuki masjid, ada  5 pintu. Tiga dari depan, dan sisi kiri dan kanan masing-masing satu. Lima pintu ini, mempunyai makna fhilosofis nan religius. Yakni rukun Islam, yang terdiri dari Lima Perkara.
 
   Ada keunikan tersendiri bila kita berkunjung ditempat ini. Secara sepintas, arsitekturnya mirip dengan Masjid tertua di Indonesia, yakni Masjid agung Demak. Hal ini pula yang diungkapkan oleh salah seorang Penasehat Masjid ini, H Baso Parampang.

     Ia mengungkapkan keunikan dari mesjid tertua di Butta Toa Ini. Menurutnya, Masjid  ini dibangun atas inisiatif  seorang  Raja di Bantaeng, yang kemudian di respon pedagang yang dermawan yang berasal dari Wajo, "Karaeng Panawang, yang juga Raja Bantaeng bersama Adat 12 nya saat itu, berinisiatif untuk mendirikan Masjid dengan mewakafkan tanahnya. Rencana itu pula, kemudian  direspon oleh H la Bandu Wajo, yang beristrikan orang Bantaeng, yang bernama Beja. Ia membantu dengan dananya, yang kemudian memanggil seorang arsitek yang berasal dari Bone yang bernama La Pangewa  ,"urainya, saat ditemui dikediamannya.

   Keberadaan Masjid Taqwa pada zaman dahulu, sebagai pusat syiar Islam. Karena Masjid ini pula selain sebagai tempat beribadah, juga difungsikan sebagai tempat belajar ilmu agama,  yang diajarkan oleh para ulama yang mempunyai ilmu agama yang luas pada saat itu, "Pada Tahun 1885, hanyalah sebuah langgar. Pada tahun 1885 baru ia menjadi
masjid,"ungkapnya.

No comments:

Post a Comment