FIB Unhas Siap Kembangkan Bahasa Mandarin di Makassar

shares

Siap Datangkan Tenaga Pengajar Asal China


Mempelajari bahasa Mandarin, tak harus ke Negeri china. Di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, kini hadir Pusat Bahasa Mandarin (PBM) yang merupakan satu dari 6 pusat pembelajaran bahasa mandarin yang ada di sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia.

LAPORAN :Edy Arsyad, Makassar
SEORANG  wanita usia remaja,  menabuhkan tambur, diiringi simbal. Sesekali  gon  berbunyi. Menjadi kesatuan irama, yang kadang cepat, terkadang cepat. Tiba-tiba Dua barongsai mulai memasuki pelataran  gedung yang didominasi ornamen warna merah dan di temboknya terpampang 3 logo, yakni  Universitas Hasanuddin(Unhas),Conficius  Institute Headquarters (HANBAN), serta Nanchan University (NCU)

Pun, barongsai Berlenggak-lenggok, sesekali meloncat. kadang geraknya lambat, kadang pula cepat. Tergantung  irama yang mengiringinya. Pun,  Lima orang  anak kecil mengenakan baju adat Bugis-Makassar, tak mau kalah. Mereka berusaha mengikuti irama gerak  barongsai, dengan tarian ganrang bulonya. Perpaduan seni dua etnis, antara Tinghoa dan Makassar.

Siang itu panas, namun para undangan antusias menyaksikan  barongsai. Masyarakat sekitar juga ikut menyaksikan di luar pekarangan. Bahkan sekira 10 Menit, jalan disekitar gedung ini mengalami kemacetan, akibat pengguna jalan turut menyaksikan atraksi ini.

Barongsai dan Tari gandrang bulo itu menjadi tontonan, saat peresmian gedung Pusat Bahasa Mandarin di Jalan Sunu, yang tak jauh dari SMU Negeri 17 Makassar,Selasa,22 Februari.   Gedung itu, dulunya Pusat Bahasa Sastra Inggris ketika masih di kampus Baraya Unhas. Kini, gedung itu direnovasi dan disulap menjadi Gedung PBM.

Pusat Bahasa ini merupakan nota kerjasama atau Memorandum Of Understanding (MOU)  antara  Conficius  Institute Headquarters (HANBAN) dengan sejumlah Perguruan tinggi  di Indonesia, termasuk Unhas, yang diorgansir Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia dan Pemerintah RRC, atas mediasi  forum kebudayaan dan pendidikan Zhen He (Cheng Ho).

Kehadiran PBM tentu kesempatan besar  masyarakat Makassar  untuk mempelajari Bahasa Mandarin. Sehingga tidak perlu jauh-jauh untuk belajar  ke negeri tirai bambu. Pusat bahasa ini, tak  hanya di khususkan untuk Mahasiswa, tetapi kalangan umum dapat bergabung, karena PBM bentuknya seperti Kursus. Tetapi, untuk sementara diprioritaskan untuk kalangan mahasiswa.

"Tetapi tidak menutup kemungkinan kami akan membuka untuk kalangan lainnya. Seperti para pelajar, pengusaha, dan pejabat, dan lain sebagainya yang ingin mempelajari bahasa mandarin.  Karena PBM berbentuk kursus, seperti tempat kursus pada Umumnya," Ujar Prof  Dr Burhanuddin Arafah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas, yang juga Direktur PBM ini.

D Unhas semenjak Tahun 2003, bahasa mandarin  merupakan mata kuliah tambahan di Fakultas Ilmu Budaya, yang di asuh oleh Halim Homeric. Tak hanya itu, Forum Kebudayaan Zheng He, yang diketuai Ir Hendra Witanto Wisal bekerjasama dengan Unhas  mengirim alumninya untuk melanjutkan studi S2 nya  di negeri tirai bambu itu. Hal ini dilakukan, agar mereka yang dikirim kesana, dapat mengabdi sebagai dosen di Kampusnya sendiri.

Burhanuddin Arafah mengatakan, pusat bahasa ini nantinya akan menjadi jurusan Bahasa di Unhas, dan dosennya pun ditangani  langsung  pengajar dari Hanbang, dan juga dari   RRC. Kurikulumnya  sementara di desain. Dan materinya, tentu mirip dengan kursus bahasa pada umunya, seperti  level basic, intermediate, bahkan advance. Karena PBM  tak hanya berfungsi sebagai pusat bahasa semata, tetapi juga kajian kebudayaan China"Ujarnya 
.(edhy_taruna@yahoo.co.id)
http://www.fajar.co.id/read-20110224193819-fib-unhas-siap-kembangkan-bahasa-mandarin-di-makassar'

Related Posts

0 Komentar Anda:

Post a Comment