Edy Arsyad

    09:30   No comments

Menuliskan tentang diri sendiri, memang agak sulit. Hal itu pula saya raakan saat menuliskan sekelumit kisah tentang saya. Saya sebagai Edy, dan saya sebagai orang lain. Bahkan berimajinasi menjadi sesuatu yang tak terduga sebelumnya.



       Kendala itu, disebabkan  karena kita tidak tahu  akan memulainya dari mana dan mau kemana. Namun, saya yakin, sebagai manusia, tentu masing-masing dari kita telah menuliskan kehidupannya. 

     Kehidupan ibarat roda berputar, kadang ia diatas kadang pula berada di bawah. Itulah yang saya maksudkan dengan setiap manusia menuliskan masing-masing kehidupannya.




        "Maaf'', merupakan kata yang seharusnya saya haturkan kepada para pembaca. Itu merupakan bagian dari konsekuensi dari setiap tulisan ini. Sebab, tidak dipungkri, tulisan di dalam blog ini, bersifat subjektif.  Pun saya menuliskan dari rekonstruksi realitas dengan sedikit subjektifitas.


     Satu alasan mengapa saya menulis?. Padahal, tidak ada kewajiban maupun tuntutan jika saya tidak menulis. Jawabannya, hanya satu, sebab menulis merupakan bicara tanpa kata. Kita bebas mengekspresikan segala apa yang dirasakan melalui tulisan. Kala kita dirudung duka maupun suka. Dan juga sebagai tempat sharing dan berbagi kisah. Entah itu bermanfaat atau tidak. Karena kembali lagi dengan keyakinan saya, tidak ada yang sia-sia jika kita menulis.


Teruslah Menulis!!!


Menuliskan kisah kita sendiri sebagai sisi manusia. Tentu, sebagai manusia pula terkadang kehidupan yang kita jalani serta keinginan itu, tak sesuai dengan kenyataan.




Bepikir & Berkarya

 Seorang pria tambun yang berusaha mencari makna kehidupan pada pencarian jati diri. Terlahir, dari dua perpaduan kasih dari (Almarhum)  Arsyad G dan (Almarumah)  Fatimah C.     Merekalah yang mengajarkan arti sebuah perjuangan hidup. Hidup adalah sebuah perjuangan, setiap perjuangan itu butuh pengorbanan. Pengorbanan butuh ketabahan dalam menghadapinya. Merekalah MAHA GURU dalam hidupku.

       Namun di usia tergolong muda, mereka meninggalkan AKU tuk selamanya. Ayahku meninggal di saat AKU duduk di bangku SMA kelas dua. Beliau sebagai ayah yang bijak, pekerja keras, ulet. Di sela-sela kesibukannya, masih memberikan perhatian kepada anak-anaknya.
      Sementara itu, Ibuku meninggalkanku disaat semester 9 usai KKN. Seorang yang membesarkanku dengan cinta & kasih sayang. wajah sumringahnya hingga kini sering menghiasi dikala AKU disudut kerapuahan tuk menggapai mimpi-mimpi yang tak tergapai. 

     Ia bisa memahami AKU yang diberi kepercayaan bertanggung jawab pada setiap pilihan-pilihan dalam menentukan perjalanan hidupku. Memotivasi Aku untuk mengejar mimpi-mimpi yang hingga kini berusaha untuk mendapatkannya.

Kini, Aku menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar-Gowa, Sulawesi Selatan. Jurnalsitik adalah jurusanku pada Fakultas Dakwah & Komunikasi. 




      Pengembaraan intelektual Aku di mulai saat masuk di salah satu organisasi ekstra kampus (OMEK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) organisasi kemahasiswaan yang tertua di Negeri kita, diprakarsai oleh (Alm) Prof. Lafran Pane, seorang mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam), kini UII (Universitas Islam Indonesia)pada 5 Februari 1947 dua tahun setelah kemerdekan Republik Indonesia.

First
No comments:
Write comments

© 2014 Edy Arsyad. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.